Gelombang Amarah Massa, Rumah Legislator hingga Menkeu Sri Mulyani Dijarah

  • Bagikan
Foto: ss akun Facebook

Lensa Garuda.id Jakarta – Aksi demonstrasi besar-besaran yang berlangsung di ibu kota berujung pada kerusuhan meluas. Tidak hanya gedung DPR yang menjadi sasaran, sejumlah rumah milik anggota DPR bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani ikut dijarah massa.

Kerusuhan ini terjadi sejak Sabtu (30/8) malam hingga Minggu (31/8) dini hari. Amarah demonstran yang awalnya tersulut di kawasan Senayan merembet ke pemukiman tempat beberapa pejabat dan legislator tinggal.

Rumah milik Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi salah satu sasaran. Massa merusak pagar rumah dan menjarah barang-barang berharga, termasuk patung Iron Man ukuran asli yang sempat viral di media sosial.

Tidak berhenti di situ, rumah anggota DPR dari PAN Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) di Jalan Karang Asem I, Setiabudi, Jakarta Selatan, juga diserbu. Perabot rumah, alat elektronik, hingga kucing peliharaan ikut diangkut massa. Saksi mata menyebutkan, rumah Eko Patrio nyaris kosong setelah digeruduk.

Nasib serupa dialami politisi Surya Utama alias Uya Kuya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Rumahnya dijarah, barang-barang rumah tangga hingga hewan peliharaan raib dibawa massa.

Sri Mulyani Tak LuputLuput

Kemarahan massa juga merambah ke kediaman pribadi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Dari pantauan warga, rumah Sri Mulyani dijarah dua kali pada Minggu dini hari. Kursi, televisi, perhiasan, lukisan, peralatan dapur, hingga ring basket di halaman rumah ikut digotong keluar.

“Bukan hanya barang-barang kecil, bahkan kursi besar dan televisi layar datar pun diangkut. Massa datang berulang kali,” ujar salah seorang warga sekitar.

Aparat kepolisian dan TNI dikerahkan untuk mengendalikan situasi. Meski begitu, upaya aparat sempat kewalahan menghadapi ribuan massa yang bergerak sporadis. Baru menjelang pagi, kondisi berangsur terkendali setelah pengamanan diperketat di sejumlah kawasan perumahan pejabat negara.

Pakar politik dari Universitas Indonesia menilai penjarahan rumah anggota DPR dan pejabat negara menunjukkan akumulasi kemarahan publik yang sudah @@@a#ti batas. “Aspirasi yang tidak didengar, kebijakan yang dinilai tidak pro-rakyat, dan kesenjangan ekonomi memperbesar ketidakpuasan hingga berubah menjadi aksi anarkis,” ujarnya.

Pemerintah terus mengimbau masyarakat agar tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan tidak merugikan pihak lain. Sementara itu, kepolisian berjanji menindak tegas para pelaku penjarahan sekaligus menjamin keamanan pejabat maupun warga sipil

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *