Lensa garuda.Id -Tambolaka : Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menunjukkan komitmen kuat dalam memenuhi hak-hak penyandang disabilitas melalui berbagai perencanaan pembangunan daerah. Kepala Baperida Pemkab Sumba Barat Daya, Drh. Octavianus Dapadeda pada kegiatan Sosialisasi Rencana Aksi Daerah terhadap Penyandang Disabilitas provinsi NTT Tahun 2024-2026, menyampaikan bahwa perencanaan pembangunan pemerintah Daerah kabupaten Sumba Barat Daya telah mengakomodasi kepentingan kaum disabilitas, terutama dalam dokumen-dokumen strategis pemerintah Sumba Barat Daya.
Menurutnya, pemerintah daerah telah melaksanakan penguatan kapasitas pemerintah desa untuk merancang pembangunan yang inklusif. Salah satu fokus utamanya adalah pemberdayaan penyandang disabilitas agar mereka dapat terlibat aktif dalam pembangunan desa. Pemerintah desa diharapkan menjadi ujung tombak dalam mengusulkan program yang menjangkau kelompok rentan, termasuk disabilitas.
Dokumen perencanaan yang ada telah memuat jaminan pemenuhan hak-hak kaum disabilitas, seperti akses terhadap layanan dasar. Hak atas pendidikan, kesehatan, dan sosial menjadi perhatian utama dalam penyusunan program pembangunan. Ini menjadi bagian dari kerja nyata pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat tanpa kecuali.
Pemkab juga telah menyusun rencana aksi daerah yang merinci langkah-langkah strategis pemenuhan hak kaum disabilitas. Aksi tersebut mencakup transformasi sosial yang menjadikan masyarakat lebih terbuka dan inklusif terhadap keberadaan penyandang disabilitas. Pemerintah menegaskan bahwa semua warga memiliki hak yang sama dalam memperoleh pelayanan publik.
Lebih lanjut, pemerintah daerah mendorong penguatan sektor pertanian hortikultura bagi kelompok sasaran termasuk disabilitas. Program ini diusulkan langsung oleh pemerintah desa sebagai bentuk partisipasi dan pengakuan atas potensi kaum disabilitas dalam sektor pertanian. Inisiatif ini juga diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi mereka.
Komitmen ini ditegaskan kembali dalam sambutan Bupati Sumba Barat yang disampaikan oleh Asisten II Pemda Sumba Barat Daya, Dery Laka. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor demi menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah kabupaten ingin memastikan bahwa tidak ada kelompok yang tertinggal, termasuk kaum disabilitas.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai narasumber, di antaranya Drh. Octavianus Dapadeda dari Baperida Pemkab Sumba Barat Daya dan Tresia M. Sri Sarinah Lendes, perwakilan dari Baperinda Pemprov NTT. Kehadiran mereka menandai sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam mengawal pemenuhan hak penyandang disabilitas di Nusa Tenggara Timur. ***(Dn)


